{"corpus_id":273130109,"paper_sha":"736e598eaf4a9f0aa8b8f0699b84781bc0953610","doi":"10.15575/jpkp.v2i2.38412","arxiv_id":null,"pmid":null,"pmcid":null,"mag_id":null,"dblp_id":null,"acl_id":null,"title":"Analisis Kebijakan Blue Economy di Indonesia","year":2024,"publication_date":"2024-08-19","venue":"Jurnal Perpajakan dan Keuangan Publik","journal":{"name":"Jurnal Perpajakan dan Keuangan Publik","pages":null,"volume":null},"journal_issn":null,"journal_title":null,"publication_types":["JournalArticle"],"pubmed_pub_types":null,"s2_fields_of_study":[],"reference_count":0,"citation_count":4,"influential_citation_count":0,"is_open_access":false,"arxiv_categories":null,"arxiv_license":null,"arxiv_journal_ref":null,"mesh_headings":null,"chemicals":null,"comments_corrections":null,"source_flags":1,"s2_open_access_pdf_url":null,"s2_open_access_landing_url":null,"s2_open_access_license":null,"s2_open_access_status":null,"pmc_open_access_pdf_url":null,"pmc_open_access_landing_url":null,"pmc_open_access_license":null,"pmc_open_access_status":null,"unpaywall_open_access_pdf_url":null,"unpaywall_open_access_landing_url":null,"unpaywall_open_access_license":null,"unpaywall_open_access_status":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan implementasi blue economy di Indonesia beserta tantangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan menggunakan metode PRISMA dan database Directory of Open Access Journals (DOAJ). Indonesia memfokuskan konsep blue economy melalui kebijakan ekonomi berbasis kelautan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ekonomi biru di Indonesia lebih terfokus pada industri perikanan, dengan penekanan pada pembangunan infrastruktur kelautan yang berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya laut dengan prinsip efisiensi alam dan zero waste. Namun, implementasi blue economy juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan, konflik antara sektor perikanan dan pariwisata bahari, kebijakan yang belum jelas atau tumpang tindih, keterbatasan teknologi, dan kurangnya pendanaan. Diperlukan kebijakan yang komprehensif, investasi dalam penelitian teknologi kelautan, serta kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional untuk mendukung pertumbuhan blue economy secara berkelanjutan","claims":[{"public_id":"cl_50a5f813968bf39c6bdb6842bdcb9423","status":"active","text":"Implementasi blue economy di Indonesia lebih terfokus pada industri perikanan, dengan penekanan pada pembangunan infrastruktur kelautan yang berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya laut dengan prinsip efisiensi alam dan zero waste.","confidence":0.95,"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/claims/cl_50a5f813968bf39c6bdb6842bdcb9423"},{"public_id":"cl_f541f0556328e79bc83bbb33e89a9e67","status":"active","text":"Implementasi blue economy menghadapi tantangan berupa kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan, konflik antara sektor perikanan dan pariwisata bahari, kebijakan yang belum jelas atau tumpang tindih, keterbatasan teknologi, dan kurangnya pendanaan.","confidence":0.96,"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/claims/cl_f541f0556328e79bc83bbb33e89a9e67"},{"public_id":"cl_a3ccf15896e4f7f5e8d84bd0ec3f52c4","status":"active","text":"Kebijakan yang komprehensif, investasi dalam penelitian teknologi kelautan, serta kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional diperlukan untuk mendukung pertumbuhan blue economy secara berkelanjutan.","confidence":0.91,"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/claims/cl_a3ccf15896e4f7f5e8d84bd0ec3f52c4"}],"concepts":[{"public_id":"co_07f0f419ba4bf81962f5697b5b1ee6a3","status":"active","name":"ekosistem laut","description":"Sistem ekologis yang mencakup organisme laut dan interaksinya dengan lingkungan perairan.","types":["ecosystem"],"aliases":["marine ecosystem"],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_07f0f419ba4bf81962f5697b5b1ee6a3"},{"public_id":"co_2f3f3c6d058afdf6f309d9b7d0954527","status":"active","name":"blue economy","description":"Konsep pembangunan ekonomi berbasis kelautan yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.","types":["policy concept","economic model"],"aliases":["ekonomi biru"],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_2f3f3c6d058afdf6f309d9b7d0954527"},{"public_id":"co_42e0f6c4c11e55ee9c91d972f264605c","status":"active","name":"kebijakan ekonomi berbasis kelautan","description":"Kebijakan yang mengarahkan aktivitas ekonomi dengan bertumpu pada sumber daya dan sektor kelautan.","types":["policy"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_42e0f6c4c11e55ee9c91d972f264605c"},{"public_id":"co_44b540b82138731dea6ab513959ea729","status":"active","name":"efisiensi alam","description":"Prinsip pemanfaatan sumber daya secara hemat dan selaras dengan kapasitas alami lingkungan.","types":["principle"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_44b540b82138731dea6ab513959ea729"},{"public_id":"co_5771f51b9e205ee085d16917908fec18","status":"active","name":"kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional","description":"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi dan pendanaan program kelautan.","types":["partnership","stakeholder collaboration"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_5771f51b9e205ee085d16917908fec18"},{"public_id":"co_7528873828eb6a7a0dce0937b60665e5","status":"active","name":"industri perikanan","description":"Sektor ekonomi yang berkaitan dengan penangkapan, budidaya, pengolahan, dan distribusi ikan.","types":["industry","economic sector"],"aliases":["sektor perikanan"],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_7528873828eb6a7a0dce0937b60665e5"},{"public_id":"co_8c13fb1aab478f012ce072d1c32ad506","status":"active","name":"kebijakan yang komprehensif","description":"Kebijakan yang mencakup berbagai aspek dan instrumen secara terpadu untuk mencapai tujuan tertentu.","types":["policy approach"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_8c13fb1aab478f012ce072d1c32ad506"},{"public_id":"co_98514aa18c7c168121321288d8e20c7f","status":"active","name":"pengelolaan sumber daya laut","description":"Pengaturan pemanfaatan sumber daya laut agar tetap efisien dan berkelanjutan.","types":["resource management"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_98514aa18c7c168121321288d8e20c7f"},{"public_id":"co_c446e734a61b1b901f5fda143509fc87","status":"active","name":"pariwisata bahari","description":"Kegiatan wisata yang memanfaatkan daya tarik dan aktivitas di wilayah laut atau pesisir.","types":["economic sector","tourism"],"aliases":["marine tourism"],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_c446e734a61b1b901f5fda143509fc87"},{"public_id":"co_d30843d320823286729a3231c0bce82e","status":"active","name":"penelitian teknologi kelautan","description":"Penelitian yang berfokus pada pengembangan teknologi untuk mendukung kegiatan dan pengelolaan sektor kelautan.","types":["research area"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_d30843d320823286729a3231c0bce82e"},{"public_id":"co_d452ca285831643381741e40241febee","status":"active","name":"pembangunan infrastruktur kelautan yang berkelanjutan","description":"Pembangunan fasilitas dan sarana kelautan yang dirancang agar mendukung kegiatan ekonomi tanpa merusak lingkungan laut.","types":["infrastructure","development strategy"],"aliases":["infrastruktur kelautan berkelanjutan"],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_d452ca285831643381741e40241febee"},{"public_id":"co_f1adb228c5de454a75f24397357dfa14","status":"active","name":"zero waste","description":"Prinsip pengurangan limbah seminimal mungkin dalam proses produksi dan konsumsi.","types":["principle","sustainability concept"],"aliases":[],"contributors":[{"id":1,"public_id":"12632b8b5f","public_label":"Anonymous (12632b8b5f)","roles":["extraction"],"url":"https://sah.borca.ai/u/12632b8b5f"}],"url":"https://sah.borca.ai/concepts/co_f1adb228c5de454a75f24397357dfa14"}],"external_ids":{"DOI":"10.15575/jpkp.v2i2.38412","ArXiv":null,"PubMed":null,"PubMedCentral":null,"MAG":null,"DBLP":null,"ACL":null},"open_access":{"is_open_access":false,"pdf_url":null,"landing_url":"https://sah.borca.ai/papers/273130109","source":null,"pdf_url_source":null,"license":null,"reason":"pdf_url_not_indexed"},"reference_availability":{"status":"unknown","references_indexed":false,"full_text_available":false,"full_text_source":null,"count_basis":"semantic_scholar_metadata","extraction_status":"not_applicable","reason":null},"source":{"provider":"episteme2","base_corpus":"semantic_scholar_dump","freshness_mode":"unknown","basis":["semantic_scholar_metadata","postgres_metadata"],"limits":["paper metadata is based on indexed upstream scholarly datasets","claims and concepts are available only for extracted papers","absence of claims or concepts means no extracted graph data is available in this response"],"status":"available","degraded":false,"degraded_reasons":[],"diagnostics":{"status":"available","degraded":false,"degraded_reasons":[],"metadata_status":"available","graph_status":"available","abstract_status":"available"},"source_flags":1},"paper_id":633589,"paper_uid":"11aaf59c-6b20-442e-b1a2-6e363a14cf2a","canonical_identity":{"paper_id":633589,"paper_uid":"11aaf59c-6b20-442e-b1a2-6e363a14cf2a","identity_status":"available","lookup_basis":"semantic_scholar_external_id","compatibility_path":"corpus_id"},"url":"https://sah.borca.ai/papers/273130109"}